Seorangpendakwah hendaknya memulai proses dakwah dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu dengan menjadi contoh yang baik dalam berperilaku dan berkehidupan sebelum ia menyebarkan dakwah kepada orang banyak. pengertian tersebut dalam islam disebut dengan: amar ma'ruf. kulil haqqa. haqqul yaqin. uswatun hasanah. Jawabannya adalah d. uswatun Sebelumkita mencintai seseorang,cintalah kepada ALLAH terlebih dahulu. 58 likes. Community BerserahDiri Kepada Allah; Berserah Diri Kepada Allah . Jumlah Dikunjungi: 18. 0 0. Facebook Google+ Twitter EMAIL Sumber: IslamHouse; Tanggal Terbit: 9 Muharram 1437 (22/10/15) Komentar. Komentar milik penulis masing-masing dan tidak mencerminkan pendapat dari situs ini. Sebelumberserah diri kepada Allah, hendaknya kita terlebih. 1 Lihat jawaban KOMPASTV - Ada banyak memang yang bisa kita syukuri. Tetapi, adakalanya kita merasa kecewa atas musibah yang menimpa. Lantas, bagaimana cara menyikapinya? Rezeki, maut, dan jodoh adalah takdir Allah SWT. Namun, seringkali kita sedih berlebihan bila mengalami suatu kemalangan seperti kematian, tidak kunjung mendapat jodoh, atau kehilangan harta benda. Tidak hanya itu, ada juga peristiwa saat Sebelumbenar-benar berserah, kita perlu tahu kepada siapa kita seharusnya berserah. Sebagai orang Kristen yang mengaku percaya kepada Allah, kita perlu berserah pada Allah. Allah adalah pribadi yang menciptakan kita, seluruh rancangan kehidupan kita ada dalam tangan-Nya. Ia adalah Allah yang paling memahami apa yang terbaik untuk kita. . Manusia diciptakan Allah berbekal akal. Dengan inilah kita wajib menggunakannya dalam berikhtiar sebelum bertawakal. Pada hakikatnya, tawakal adalah berusaha maksimal terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan berserah atas apapun keputusan-Nya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya penentu segala sesuatu merupakan hak otoritas Allah SWT. Ketika ikhtiar lengkap dengan tawakal telah dilaksanakan, sebagai wujud mensyukuri kesempatan yang telah Allah beri, hendaknya kita mempunyai rasa berkewajiban memberikan hak pada tubuh kita beristirahat. Allah berfirman “Dialah yang menjadikan untukmu malam sebagai pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” QS. Al-Furqan 47. Kalimat untuk istirahat’ dalam ayat ini mengandung maksud menjaga kesehatan. Bekerja sesuai dengan kemampuan diri Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Mu’adz bin Rifa’ah dari bapaknya berkata Abu Bakar berdiri di atas mimbar kemudian menangis lalu berkata Sungguh Rasulullah SAW berdiri pada tahun pertama hijrah di atas mimbar kemudian menangis, dan beliau bersabda “Mintalah kepada Allah SWT ampunan afwa dan keselamatan afiyah, sesungguhnya seseorang tidak diberikan sesuatu setelah keyakinan iman yang lebih baik dari keselamatan afiyah.” Kata afiat afiyah dalam kamus bahasa Arab diartikan sebagai perlindungan Allah untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipu daya, termasuk kesehatan. Rasulullah bersabda “Tidaklah seorangpun memakan makanan sama sekali yang lebih bagus dari memakan dari hasil kerja tangannya sendiri dan Nabiyyullah Dawud dahulu memakan dari hasil kerja tangannya sendiri.” HR. Al-Bukhari. Dalam bekerja, kita seharusnya dapat memahami batasan diri, sejauh mana diri mampu melakukan pekerjaan tersebut. Jangan sampai kita merusak diri sendiri dengan dopping penggunaan obat untuk meningkatkan stamina atau performa demi kerja yang berlebihan. Bekerjalah sesuai dengan kemampuan diri. Optimalkan yang positif Sungguh Maha Besar Allah yang telah melimpahkan karunia berupa kesehatan bagi kita. Sudah seharusnya karunia sehat ini dipergunakan untuk optimalisasi kepositifan dalam diri, bukan hal negatif yang merugikan orang lain. Rasulullah bersabda ”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain .” HR. Bukhari. Banyak penunjang demi menciptakan pola hidup sehat. Makanlah makanan yang memenuhi gizi dan sesuai kemampuan masing-masing. Lakukan olahraga sebagaimana yang diperintahkan Rasul seperti berenang, memanah dan berkuda. Perlu kita yakini bahwa di balik perintah Rasul, kini berenang diakui sebagai olahraga yang paling efektif, memanah sebagai pemusatan perhatian, berkuda sebagai sarana ketangkasan diri. Penceramah H. Ismet Junus, LMP, SDE Hari/Tanggal KAMIS, 09 Februari 2017 Judul ceramah Berserah Diri Kepada Allah Kisah Nabi Ya’kub yang telah ditipu oleh anak-anaknya. Akhirnya ia meminta tolong kepada anak-anaknya untuk mencari berita Nabi Yusuf. Hidup Nabi Ya’kub ketika itu sedih. Tapi ia sadar bahwa dibalik kepayahan pasti ada kemudahan. Sama seperti hidup kita bagai roda kadang di atas kadang di bawah. Kadang sempit dan kadang lapang. Walau bagaimanapun sempitnya hidup yang dirasakan Nabi Ya’kub kehilangan dua orang anaknya tetapi ia tetap yakin dengan Allah. “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. QS. Yusuf, 12 87 Jadi, yang penting adalah keimanan kepada Allah. Dengan iman, maka menjalani hidup kita akan sangat optimis. Apa yang kita upayakan, maka kita akan rida dengan hasilnya. Kita akan mempertanggungjawabkan atas apa yang dilakukannya. Setiap apa yang kita lakukan dalam kehidupan ada balasannya dari Allah. “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” QS. Al-Muddaththir, 74 38 Cerita raja dan pelayan. Seorang raja selalu dinasehati oleh pelayan bahwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah takdir terindah dari Allah. Suatu hari sang raja pergi berburu ke tengah hutan. Sampai di sana, ia terlalu masuk ke dalam hutan sehingga di kakinya terperosok dan tertusuk duri. Para penggawa dengan tergesa-gesa untuk membawa sang raja ke istana. Sampai di sana, setelah diselidiki oleh sang tabib, ternyata jempol sang raja harus dipotong. Dengan kesal sang raja berguman di dalam hatinya. “Gak benar yang dibilang pelayanku ini. Semua katanya takdir Allah, tapi kenapa aku diberikan cobaan seperti ini.” Sangkin kesalnya, sang raja memecat si pelayan tersebut. Sebulan setelah kejadian tersebut, sang raja ingin berburu kembali ke hutan. Di tengah hutan, binatang buruan berlari terlalu masuk ke dalam hutan dan sang raja dengan ambisius mengejar binatang tersebut sampai meninggalkan rombongan. Ternyata sampai di dalam, ia ditangkap orang-orang suku penghuni hutan tersebut. Ia lalu diikat dan dipersiapkan untuk dipersembahkan kepada dewa mereka. Ketika akan dipersembahkan ke dewa si penghulu kampung itu lalu memeriksa anggota tubuh si korban. Ternyata ketika itu si penghulu melihat bahwa kaki si korban raja jempolnya sudah terpotong. Karena anggota tubuhnya tidak lengkap, si korban raja tersebut akhirnya dilepaskan. Setelah pulang ke Istana, sebagai wujud rasa syukurnya ia mengadakan acara perjamuan makan besar. Ketika itu ia teringat dengan pelayannya. Lalu dipanggillah pelayan tersebut. Raja berterima kasih kepada pelayannya bahwa apa yang dikatakan pelayannya memang benar. Apa yang ditakdirkan Allah pasti ada hikmahnya dan itulah yang terbaik untuk seseorang. Lalu si nelayan bertanya kepada raja tersebut. “Kenapa tuan memecat saya padahal apa saya tidak punya salah?” Lalu sang raja mengatakan, “Kalau seandainya engkau tidak saya pecat, mungkin engkau akan jadi korban.” Mendengar hal tersebut sang pelayan pun akhirnya berterima kasih bukan lagi mengupat karena sadar bahwa Allah ternyata memberikannya jalan terbaik untuk menyelamatkannya. Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 159. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ “Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” QS. Ali Imran 159 Kandungan Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 159. Ayat ini mengandung pesan-pesan mulia bagi umat Nabi Muhammad Saw. Melalui ayat ini Allah Swt. menyatakan bahwa Rasulullah saw. memiliki kepribadian yang lemah lembut, santun, dan berbudi pekerti luhur. Akhlak mulia Rasulullah saw. tersebut merupakan rahmat dari Allah Swt. Rahmat Allah Swt. merupakan karunia sangat berharga bagi kehidupan seorang manusia. Kita harus berusaha dan berdoa supaya mendapat rahmat dari Allah Swt. Usahausaha untuk mendapatkan rahmat Allah Swt. diantaranya dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Rasulullah saw. tidak bersikap keras dan tidak berhati kasar kepada orang-orang di sekeliling Nabi. Jika Nabi bersikap keras dan berhati kasar tentu orang-orang di sekeliling Nabi akan menjauhkan diri. Pada dasarnya setiap orang ingin diperlakukan lemah lembut dan dihargai pendapatnya. Sikap keras dan kasar kepada orang lain hanya akan menyemai permusuhan. Padahal Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama. Sikap santun, lemah lembut seperti ini harus ditunjukkan dalam pergaulan sehari-hari. Akhlak mulia seperti ini akan menarik simpati orang lain sehingga mereka makin dekat dan akrab dengan kita. Melalui ayat ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk memaafkan dan memohonkan ampun atas dosa dan kesalahan orang lain, terutama sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw. Demikian pula dengan kita, sebelum seseorang meminta maaf kepada kita hendaknya kita memberi maaf terlebih dahulu. Dengan saling memaafkan maka hidup menjadi tenang, harmonis dan tercipta kerukunan. Lebih dari itu, ayat ini juga memerintahkan untuk mendoakan orang lain agar mendapat ampunan dari Allah Swt. Berdoa kepada Allah Swt. merupakan inti ibadah dalam Islam. Melalui doa itu kita meminta segala sesuatu kepada Allah Swt. Dan kita berharap Allah Swt. mengabulkan semua doa kita. Namun, Islam mengajarkan untuk mendoakan orang lain, bukan hanya berdoa untuk diri sendiri. Di antara doa terbaik untuk orang lain adalah berdoa agar Allah Swt. mengampuni semua dosa dan kesalahannya. Nabi Muhammad Saw. adalah manusia paling sempurna di muka bumi dan tentu bisa menyelesaikan semua masalah dengan petunjuk Allah Swt. Meski demikian, Nabi Muhammad Saw. bermusyawarah dengan para sahabat untuk menyelesaikan masalah. Nabi Muhammad saw. mengajak para sahabat untuk ikut memikirkan solusi atas masalah yang dihadapi ketika itu. Musyawawah bertujuan mencari solusi terbaik atas sebuah masalah. Agar tujuan ini tercapai, perlu dijunjung tinggi etika bermusyawarah. Etika tersebut diantaranya bersikap lemah lembut, santun dalam berpendapat, menghargai pendapat orang lain, dan tidak mudah menyalahkan orang lain. Jika hasil musyawarah sudah diputuskan maka semua harus menerima dan melaksanakannya. Hasil musyawarah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan bertawakal kepada Allah Swt. Allah Swt. mencintai orang-orang yang bertawakal. Tawakal artinya menyerahkan hasil usaha kepada Allah Swt. Manusia wajib berusaha sekuat tenaga, setelah itu pasrahkan hasilnya kepada Allah Swt. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang kandungan Al-Qur’an surat Ali Imran Ayat 159. Tentang tawakkal atau berserah diri kepada Allah Swt. Semoga kita selalu optimis dan jauh dari sifat putus asa. Aamiin. Sumber Buku Pendidikan Agama Islam Kelas IX SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin. Hadis tentang Pentingnya Menjaga dan Melakukan Kebersihan. Dok. Rumah BerkahSetiap manusia menyukai kebersihan dan keindahan. Dan itu adalah hal yang lumrah. Karena memang begitulah kodratnya. Tak ada manusia yang tidak menyukai kebersihan dan keindahan. Kecuali bagi mereka yang kurang waras’ akal dan pikirannya. Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam SAW diterangkan berbagai hal mengenai pentingnya menjaga kebersihan maupun Al-Quran surah Al-Maidah [5] ayat 6, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membersihkan diri apabila mereka mau mendirikan shalat, yakni dengan berwudhu. Atau mandi besar janabat bila mereka terkena hadats besar junub, dan bertayamum bila mereka sakit atau tidak menemukan air untuk berwudhu. Dalam ayat tersebut, sangat jelas bahwa sebelum menghadap untuk beribadah kepada Allah yang Maha Agung, Maha Mulia, Maha Penyayang, maka seorang muslim hendaknya bebersih diri terlebih dahulu. Scroll untuk membaca Scroll untuk membaca Begitu pula dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk senantiasa bersuci dan membersihkan diri. Di dalam hadis yang diriwayatkan dari Imam Muslim, Rasul SAW bersabda الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِAth-Thahuuru Syathrul Iimaan. “ Kebersihan itu sebagian setengah dari iman.” HR. Muslim.Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآَنِ أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا رواه مسليمArtinya Dari Abu Malik al-as’ari berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Bersuci itu sebagian dari iman, membaca alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah wal hamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memancar, dan Al-Qur’an adalah hujjah argumen dalam pembicaraanmu. Setiap manusia pada waktu pagi hari, hakekatnya harus memperjual belikan dirinya. Ada kalanya ia laba selamat dari maksiat dan ada kalanya rugi terseret maksiat Hadist Riwayat Muslim 328. Imam At-Tirmidzi meriwayakan bahwa; Allah SWT sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang membersihkan اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ “Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu.” HR. TirmidziSebagai ilustrasi, bila kita hendak berjumpa dengan seseorang yang penting seperti pejabat pemerintah, presiden, menteri, anggota DPR, Kepala Desa, atau pun ketua RT, kita buru-buru untuk membersihkan diri. Begitu pula ketika menghadap atau akan berjumpa dengan orang yang terkasih, maka kita seringkali menggunakan pakaian terbaik dan terindah ditambah dengan pewangi agar lebih harum. Karena itu, sudah sepantasnya bila hendak menghadap kepada Allah SWT hendaknya melakukan hal serupa bahkan lebih indah lagi. Wallahu A’lamu Bish-Shawab.Syahruddin El Fikri, Jurnalis Republika, Khadimul Rumah Berkah. hadistentangkebersihan bersih wudhu tayamum mandi kebersihan hadiskebersihan rumahberkah syahruddinelfikri Ilsutrasi Al Quran. Foto Shutter Stock Tawakal merupakan pekerjaan hati manusia dan puncak tertinggi keimanan. Sifat ini akan datang dengan sendirinya jika iman seseorang sudah matang. Buya Hamka, seorang muffasir atau ahli tafsir mengatakan, belum berarti pengakuan iman kalau belum tiba puncak tawakal. Maka apabila seorang mukmin telah bertawakal, berserah diri kepada Allah SWT, terlimpahlah ke dalam dirinya sifat azis terhormat,mulia yang ada hadis riwayat at-Tirmidzi disebutkan, pada zaman Rasulullah SAW ada seorang laki-laki ingin meninggalkan untanya di depan masjid tanpa diikat, dengan alasan ia bertawakal kepada Allah SWT. Ketika hal itu diketahui Rasulullah SAW, beliau mengatakan, “Ikatlah untamu lebih dahulu, kemudian bertawakal.” Setelah mendengar nasihat dari Rasulullah, akhirnya sahabat Rasulullah mengikat untanya di pohon sesuai anjuran. Dalam cerita ini, Nabi mengajarkan kepada kita agar bekerja dan berupaya terlebih dahulu sebelum pasrah kepada Allah Al Quran Foto pexelsKisah mengenai tawakal datang juga dari sahabat Rasulullah, dikutip dari Buku Tawakal Bukan Pasrah karya H Supriyanto, Lc., Abu Sa'id Al-Khudriy berkata Suatu ketika pada waktu pagi setelah salat subuh, Nabi melihat salah seorang berada di salah satu sudut masjid sedang duduk termenung, orang tersebut adalah Abu Umamah. Kemudian Nabi menghampirinya dan bertanya kepadanya 'Hai Abu Umamah, kenapa engkau masih duduk di masjid sedangkan orang lain sudah pergi semua dan waktu salat telah habis.'Abu Umamah menjawab, 'Wahai Rasulullah, saya sedang banyak urusan. Utang sedang melilit diriku. Untuk itu, saya bertafakur di masjid ini dengan harapan Tuhan menunjukkan jalan keluarnya.' Rasulullah bertanya lagi, 'Maukah engkau ku ajarkan suatu doa yang dengan doa itu bila engkau baca siang dan malam tentu Tuhan akan menghilangkan kerisauanmu?'Ia menjawab, 'Tentu'. Kemudian Rasulullah SAW membacakan doa dan mengajarkannya kepada Abu Umamah, 'Ya Tuhan, berilah aku perlindungan dari kedudukan hati dan keluh kesah, berilah aku perlindungan dari kelemahan dan kemalasan. Perihalah aku dari penakut dan bahil. Periharalah aku dari lilitan utang dan paksaan orang lain." HR Abu Dawud.Rasulullah mengawali doa yang diajarkannya itu dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari keluh kesah, kelemahan, kemalasan dan sifat bahil. Caranya dengan menanamkan semangat, optimis dan giat bekerja. Inilah konsep tentang tawakal yang sesungguhnya, bahwa untuk tawakal harus didahului ikhtiar atau usaha. Ilustrasi berdoa. © - Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah patut direnungkan oleh semua orang sebagai ciptaan-Nya. Terkadang, tidak mudah memang untuk menjalani hidup yang seringkali jauh dari pengharapan kita selama ini. Meskipun demikian, berserah diri atau bertawakal kepada Allah haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hati dan pikiran senantiasa damai. Dengan begitu, segala ketetapan Allah yang telah digariskan kepada kita akan dapat diterima dengan lebih baik dan lapang dada. Berserah diri kepada Allah bisa ditandai dengan berbagai perasaan yang menenangkan seperti ikhlas, sabar, dan bersyukur dengan apa yang telah dimiliki. Hal terpenting yang perlu diingat adalah manusia memang patut bekerja keras namun segalanya akan ditetapkan oleh Allah. Berikut kata-kata berserah diri kepada Allah yang dikutip dari berbagai sumber. 2 dari 8 halaman 1. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Cinta "Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain." Jalaludin Rumi "Hati menjadi tidak tenang apabila kita meletakkan pengharapan terhadap sesuatu lebih daripada tawakal kepada Allah Yang Maha Memberi Segala." "Bersabarlah ketika suatu hal yang sangat kamu sayangi hilang, dan percayalah Allah sedang menyiapkan sesuatu hal lebih indah dari sebelumnya." "Allah dapat menggantikan segala sesuatu dakan tetapi segala sesuatu tidak dapat menggantikan Allah." – Habib Umar bin Hafidz "Ketika kita memperbaiki hubungan dengan Allah, Dia memperbaiki segala sesuatu yang lain untuk kita" ©2020 3 dari 8 halaman 2. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Kehidupan "Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan." QS. Al Insyirah 5 "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." QS. Al Baqarah 286 "Terkadang kita akan diuji atas perencanaan yang kita buat . Diuji ikhlas, sabar, dan kuatnya mental." "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." QS Al Baqarah 216 "Jangan kamu merasa lemah dan jangan bersedih, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu beriman." QS Al Imran 139 © Mikhail 4 dari 8 halaman 3. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Kesabaran "Orang yang kuat dan sabar adalah orang yang mampu menyembunyikan perasaan sedihnya kepada orang lain dan senantiasa mengukir senyuman dengan ikhlas." "Untuk sabar bukanlah hal yang mudah, tapi kita harus pasrah atas segala ketentuan, juga sebagai bentuk pembelajaran." "Jangan bersedih. Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran." HR Ahmad "Tidak ada kata-kata yang lebih indah selain kata ikhlas dan sabar." "Tawakkal yaitu percaya penuh bahwa rencana Allah adalah rencana yang terbaik." – Yasmin Mogahed. ©©2012 Shutterstock/Aaron Amat 5 dari 8 halaman 4. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Ikhlas "Bersabarlah untuk apa yang dituliskan ditulis oleh penulis terhebat." "Aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan untukku." "Karena hati yang terlukai hanya akan terobati oleh ikhlas hati dan berserah pada Ilahi." "Percayalah kepada Allah ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan. Allah telah merencanakan sesuatu yang lebih baik untukmu." "Kesabaran itu ada dua macam, sabar atas segala sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini." – Ali bin Abi Thalib ©Shutterstock 6 dari 8 halaman 5. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Tawakal "Sama seperti air yang bisa mengikis batu yang paling keras, keikhlasan juga bisa melembutkan atau meluluhkan hati yang paling dingin." "Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki yang berkah." HR. Thirmidzi "Tawakal itu adalah saat kita yakin bahwa hanya Allah tempat kita meminta pertolongan." "Ada hari dimana kita harus berhenti sebentar menengok ke belakang lalu bersyukur." "Orang yang paling ikhlas adalah dia yang paling mencintai Allah dan paling percaya kepada-Nya." – Ibn Al Qayyim. ©Shutterstock 7 dari 8 halaman 6. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Jiwa "Jangan seperti mereka yang melupakan Tuhan, sehingga Tuhan membuat mereka melupakan jiwa mereka sendiri." "Terkadang berkat tidak ada dalam apa yang Dia berikan, tetapi dalam apa yang Dia ambil." "Jangan hanya berterima kasih kepada Allah ketika semuanya berjalan baik, terima kasih kepada-Nya bahkan ketika segala sesuatunya terasa sulit. Katakan Alhamdulillah." "Ketika Allah mendorongmu ke ujung, percaya sepenuhnya kepadanya karena hanya ada dua hal yang bisa terjadi. Entah Dia akan menangkap mu atau Dia akan membuat mu belajar terbang." "Tidak ada yang bisa membawakan mu kebahagiaan sejati selain Allah." shutterstock/ neelsky 8 dari 8 halaman 7. Kata-kata Berserah Diri Kepada Allah tentang Keyakinan "Tidak ada akhir yang menyedihkan bagi mereka yang yakin kepada Allah." "Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu." Ali bin Abi Thalib "Mengatakan bahwa kamu tidak dapat berdoa karena kamu telah melakukan terlalu banyak dosa, seperti mengatakan kamu tidak dapat mandi karena kamu terlalu kotor." "Ikhlas adalah kunci mendapatkan banyak harta di dunia dan di surga." "Apapun yang terjadi tetaplah berusaha semangat, berdoa, dan tawakal. Ketahuilah di balik cobaan tersembunyi kebahagiaan" ©Shutterstock [mta]

sebelum berserah diri kepada allah hendaknya kita terlebih dahulu