Berikutadalah jawaban yang paling benar dari pertanyaan "serangan sultan agung terhadap voc di banten dan batavia pada tahun 1628 dan 1629, perlawanan sultan hasanuddin dari makassar pada tahun 1667, serta perlawanan pattimura di maluku pada tahun 1817 pada dasarnya merupakan bentuk reaksi atas kebijakan?" beserta pembahasan dan penjelasan lengkap. Menghalangiperdagangan Mataram di Malaka; VOC tdk mengakui kedaulatan kerajaan Mataram; Adanya perjanjian Giyanti; Tindakan monopoli dagang yg dilakukan VOC; Semua jawaban benar; Jawaban: C. Adanya perjanjian Giyanti. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, dibawah ini yang bukan merupakan alasan sultan agung melakukan serangan ke batavia Q Serangan Sultan Agung terhadap VOC di Banten dan Batavia pada tahun 1628 dan 1629, perlawanan Sultan Hasanuddin dari Makassar pada tahun 1667, serta perlawanan Pattimura di Maluku pada tahun 1817 pada dasarnya merupakan bentuk reaksi atas kebijakan . SetelahVOC berhasil mendirikan pusat kekuasaannya di daerah Batavia, VOC berusaha untuk mempraktikan monopoli perdagangan di Selat Sunda. Selain itu, VOC juga berusaha menaklukan kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Jawa, termasuk salah satunya yaitu k erajaan Mataram. Puncak kejayaan kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung yang memerintah pada tahun 1613-1645. Rajaterbesar Kerajaan Mataram ialah Mas Rangsang dengan gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645).Sultan Agung bercita-cita mempersatukan seluruh Jawa di bawah kekuasaan Mataram dan mengusir Kompeni (VOC) dari Batavia. Masa pemerintahan Sultan Agung yang selama 32 tahun dibedakan atas dua periode, yaitu masa Penyatuan Kerajaan dan masa denganBanten guna menaklukan VOC yang berkedudukan di Batavia, namun ajakan ini ditolak oleh Banten yang mengakibatkan Mataram mengadakan penyerangan ke Banten. Penyerangan dilakukan pasukan Mataram berhasil digagalkan oleh Banten. Kegagalan penyerangan ke Banten, menyebabkan Sultan Agung berupaya menjalin kerjasama dengan VOC, namun tawaran . - Adipati Pragola II adalah pemimpin Kadipaten Pati sekaligus saudara ipar dari Sultan Agung, pemimpin Kerajaan Mataram Islam 1613-1645. Meskipun masih memiliki hubungan saudara, Adipati Pragola II dalam sejarahnya pernah terlibat perang dengan Sultan Agung. Perang saudara inilah yang membuat Adipati Pragola II tewas pada 4 Oktober bagaimana kronologi perang saudara antara Adipati Pragola II dengan Sultan Agung? Baca juga Adipati Pragola I dan Kisah Perjuangannya Kronologi perang saudara Adipati Pragola II Ada ragam versi berbeda yang menceritakan tentang asal-usul Adipati Pragola sumber menyebutkan bahwa Adipati Pragola II merupakan putra dari Adipati Pragola I. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa Adipati Pragola II bukan putra dari Adipati Pragola I, melainkan putra dari Pangeran Puger atau Pakubuwana I. Terlepas dari perbedaan tersebut, catatan sejarah kompak menyebut Adipati Pragola II terlibat perang saudara dengan Sultan Agung. Hubungan saudara yang terjalin antara Pragola II dengan Sultan Agung dilatarbelakangi oleh pernikahan Adipati Pragola II dengan Raden Ajeng Tulak atau Ratu Mas Sekar, adik Sultan Agung. Pada masa kepemimpinannya, sang adipati menyatakan bahwa Pati dan Mataram sederajat. Oleh sebab itu, Adipati Pragola II enggan patuh terhadap Mataram. Kebijakan VOC banyak menghadapi perlawanan dari masyarakat Nusantara. Perlawanan-perlawanan tersebut di antaranya 1 perlawanan Kesultanan Ternate di pimpinan Sultan Baabullah pada tahun 1570-1575. Sultan Baabullah berhasil mengusir bangsa Portugis keluar dari Maluku pada tahun 1575; 2 serangan Kesultanan Mataram ke Batavia di bawah Sultan Agung pada tahun 1628 dan 1629; 3 perlawanan Kesultanan Makassar di bawah Sultan Hasanuddin pada tahun 1666-1669 yang berakhir dengan Perjanjian Bongaya. Sultan Agung, misalnya, menyadari sejak dini ancaman penjajahan dan kesewenang-wenangan VOC ini. Mataram dua kali menyerang VOC, pertama tahun 1628, dan kedua tahun 1629. Selain karena VOC dianggap menghambat ekspansi Mataram ke Banten, serangan ini dilakukan terutama karena Mataram merasa terancarn oleh keberadaan VOC yang sudah lamaingin rnenguasai perdagangan di Pulau Jawa. Kernungkinan besar kabar tentang kekejarnan dan kesewenang-wenangan Coen sarnpai juga ke Matararn. Oleh karena itu, Mataram bertekad rnengusir VOC dari Pulau Jawa. Meskipun gagal, kedua serangan Matararn itu cukup rnengharnbat gerak laju VOC ke wilayah Kesultanan Mataram. Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah C. - Banten merupakan wilayah pertama yang didatangi Belanda pada tahun 1596 di bawah kepemimpinan Cornelis de Houtman. Akan tetapi, kedatangan Belanda saat itu langsung diusir oleh rakyat Banten karena dianggap sombong dan kasar. Rasa ketidaksukaan rakyat Banten terhadap Belanda terus berlanjut sampai tahun 1656 di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa. O iya, Banten termasuk kesultanan yang sangat maju pada masa kolonial sehingga banyak pedagang yang singgah ke sana, termasuk Belanda. Banten di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa di tahun 1650-an terus mengalami perkembangan yang pesat. Kondisi inilah yang membuat VOC sangat tertarik untuk memonopoli perdagangan di kawasan pesisir Jawa, termasuk di wilayah Banten. Meski begitu, usaha VOC tidaklah mudah, karena muncul perlawanan dari rakyat Banten di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa. Berikut latar belakang dan bentuk perlawanan Banten terhadap VOC. "Rakyat Banten bersama Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan terhadap kongsi dagang Belanda atau dikenal dengan nama VOC." Latar Belakang Perlawanan Banten Latar belakang dari perlawanan yang dilakukan rakyat Banten terhadap VOC karena dua hal, yaitu 1. Adanya gangguan dan blokade yang dilakukan VOC kepada kapal dagang dari Maluku dan Tiongkok yang datang ke Banteng. Baca Juga 4 Alasan Sultan Agung Menyerang VOC di Batavia Mas Pur Follow Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw! Home Ā» Kerajaan Ā» Sejarah Ā» Perlawanan Banten Terhadap VOC Januari 10, 2021 2 min readSebagai bandar perdagangan internasional posisi Banten sangat strategis. Oleh karena itu, VOC ingin menguasasi Banten, tetapi tidak pernah berhasil. Pada tahun 1619 VOC membangun bendar perdgangan di Batavia sehingga terjadi persaingan antara Bante dan VOC dalam merebutkan posisi sebagai bandar perdagangan internasional. Hal tersbeut mendorong rakyat Banten sering melakukan serangan terhadap tahun 1651 Pangeran Surya naik takhta di Kesultanan Banten. Pangeran Surya adalah cucu Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Karim, anak dari Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad yang meninggal pada tahun Surya bergelar Sultan Abu al-Fath Abdulfatah dan lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa berusaha memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional dan sekaligus menandingi perkembangan bandar perdagangan VOC di hal yang dilakukan Sultan Ageng seperti dengan mengundang para pedagang Inggris, Prancis, Denmark, dan Portugis. Selain itu, Sultan Ageng juga mengembangkan hubungan dagang negara Asia, seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan melemahkan peran Banten sebagai bandar perdagangan, VOC sering melakukan blokade. Jung-jung Kapal Cina dan kapal-kapal dagang dari Maluku dilarang meneruskan perjalanan ke Banten. Menanggapi hal tersebut, Sultan Ageng mengirim beberapa pasukan untuk menganggu kapal-japal dagang VOC dna mebuat gangguan di Batavia. Selain itu, rakyat Banten juga melakukan pengerusakan terhadap kebun tanaman tebu milik menghadapi serangan Banten, VOC memperkuat kota Batavia dengan mendirikan benteNg-benteng pertahanan seperti benteng Noorwijk. Dengan benteng-benteng tersebut diharapkan VOC mampu bertahan dari serangan dari luar dan mengusir Sejarah Kerajaan Banten Sultan, Kejayaan, Tahun, dan VOCSementara itu, Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan membangun saluran irigasi untuk kepentingan pertahanan. Saluran irigasi tersebut selain untuk meningkatkan produksi pertanian juga untuk memudahkan transportasi dalam perang. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng banyak dibangun saluran air atau irigasi. Oleh karena itu, Sultan Ageng mendapat gelar Sultan Ageng Tirtayasa tinta berarti air.Pada tahun 1671 Sultan Ageng mengangkat putra mahkota Abdulnazar Abdulkahar sebagai raja pembantu. Putra mahkota tersebut lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Sebagai raja pembantu, Sultan Haji bertanggung jawab dalam urusan dalam negeri, sedangkan Sultan Ageng bertanggung jawab atas urusan luar negeri dengan dibantu oleh putra yang lain yang bernama Pangeran Arya pemisahan urusan tersebut diketahui oleh perwakilan VOC di Banten W. Caeff. Selanjutnya, W. Caeff mendekati dan menghasut Sultan Haji agar urusan pemerintahan di Banten tidak dipisah-pisah dan jangan sampai kekuasaan jatuh kepada Pangeran Arya adanya hasutan tersebut, Sultan Haji mencurigai ayah dan saudaranya. Sultan Haji kemudian bersekongkol dengan VOC untuk merebut takhta Kesultanan Banten. Dalam persekongkolan tersebut VOC bersedia membantu Sultan Haji, tetapi dengan beberapa syarat-syarat yang diberikan VOC kepada Sultan Haji. Banten harus menyerahkan Cirebon kepada VOC. Monopoli lada di Banten dipegang oleh vOC dan harus menyingkirkan para pedagang Persia, India, dan Cina. Banten harus membayar ringgit apabila ingkar janji. Pasukan Banten yang menguasai daerah pantai dan pedalaman Priangan segera ditarik Haji menyetujui perjanjian tersebut, dan pada tahun 1681 VOC berhasil merebut Kesultanan Banten. Istana Surosowan berhasil dikuasai VOC dan Sultan Haji kemudian menjadi Sultan Banten yang berkedudukan di Istana Surosowan. Sultan Ageng kemudian membangun istana baru yang berpusat di Ageng berusaha merebut kembali Kesultanan Banten dan pada tahun 1682 pasukan Sultan Ageng berhasil mengepung Istana Surosowan. Dalam perebutan tersebut Sultan Haji terdesak dan minta bantuan kepada VOC. Sultan Ageng terdesak dan meloloskan diri bersama Pangeran Arya Purbaya ke hutan Lebak. Sultan Ageng dan putranya terus melakukan serangan dengan setelah melalui tipu muslihat, pada tahun 1683 Sultan Ageng berhasil ditangkap dan ditawan di Batavia sehingga meniggal pada tahun 1692. Perlu diketahui bahwa semangat juang Sultan Ageng dan pengikutnya tidak pernah padam. Sultan Ageng mengajarkan untuk selalu menjaga kedaulatan negara dan selalu mempertahankan tanah air dari dominasi juga Perlawanan Sultan Agung Terhadap VOCNah, itulah dia artikel tentang perlawanan Banten terhadap VOC beserta akhir perlawanan. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang salah satu sejarah perlawanan di Indonesia pada masa kolonialisme. Sekian dan semoga dapat membantu tugas Anda. Soal Sejarah Indonesia Kelas 11 Bab 2 Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Barat + Kunci Jawabannya ~ Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini Sekolahmuonline sajikan contoh soal lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelas 11 Bab 2 yang membahas tentang Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Sejarah Kelas XI Bab II berikut ini Sekolahmuonline himpun dan olah dari Modul PJJ Sejarah Indonesia Kelas 11 dengan format lebih memudahkan pembaca semuanya, khususnya adik-adik yang kini sedang mempelajari Sejarah Indonesia di kelas dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat. Jangan lupa berbagi kepada yang Sejarah Indonesia Kelas XI Bab 2 Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa BaratSejarah Kelas 11 Bab 2 ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran, yaitu- Kegiatan PembelajaranPertama Perlawanan bangsa Indonesia menghadapi Portugis dan Spanyol- Kegiatan Pembelajaran Kedua Perlawanan bangsa Indonesia menghadapi VOC dan Pemerintah- Kegiatan Pembelajaran Ketiga Perlawanan bangsa Indonesia menghadapi Pemerintah Hindia BelandaOke, berikut ini soal dan jawaban Sejarah Indonesia Kelas 11 Bab 1. Selamat membaca dan selamat mempelajarinya. Jika menemukan kejanggalan atau kurang paham, silahkan hubungi dan diskusikan dengan Guru Sejarah Indonesia di kelas kalian Pilihan Ganda Sejarah Indonesia Kelas XI Bab 2 Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa BaratJawablah soal-soal berikut ini dengan memilih huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar dan tepat!1. Kebijakan kolonial Portugis yang memmicu perlawanan lokal adalah A. Monopoli pergadangan dan rempah-rempahB. Ekpasnsi wilayah demi untuk meraih hak monopoli terbesarC. Adanya praktik diskriminasi terhadap penduduk pribumiD. Campur tangan terhadap masalah internal kerajaanE. Sikap angkuh yang diperlihatkan oleh portugis Jawaban APembahasanKedatangan bangsa Portugis di Indonesia adalah untuk melakukan kegiatan perdagangan namun keingan itu berubah menjadi keinginan untuk menguasai seluruh daerah perdagangan, dengan memaksakan suatu kegiatan perdagangan yang disebut dengan monopoli perdagangan 2. Sebagai persiapan melawan portugis, Aceh melakukan langkah-langkah antara lain pada tahun 1567 mendatangkan bantuan persenjataan, sejumlah tentara dan beberapa ahli yang berasal dari A. MesirB. Mataram C. DemakD. TurkiE. BataviaJawaban DPembahasanSeorang sosok sultan mudah yang gagah berani. Hubungan Aceh dengan negara-negara Islam sangatlah erat sehingga tidak sulit baginya untuk meminta bantuan dari luar. Untuk itulah Sultan Alaudin Riayat Syah meminta bantuan militer ke Konstantinopel Turki permintaan khusus mengenai pengiriman meriam-meriam, pembuatan senjata api, dan penembak-penembak. Selain itu, Aceh juga meminta bantuan dari Kalikut dan Jepara3. Portugis sempat kewalahan pada tahun 1629 dalam menghadapi Aceh saat melancarkan serangannya ke Malaka, serangan ini dimpimpin oleh ....A. Sultan Ali Mughayat syahB. Sultan Mahmud SyahC. Sultan Iskadar MudaD. Sultan Alaudin Riayat SyahE. Panglima PolimJawaban CPembahasanPenyerangan terhadap Portugis dilakukan pada masa Sultan Iskandar Muda memerintah. Pada tahun 1629, Aceh menggempur Portugis di Malaka dengan armada kekuatan Aceh yang telah disiapkan untuk menyerang kedudukan Portugis di Latar belakang perlawanan Demak melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah ...A. Portugis menolak mengakui kedaluatan Demak di bawah pimpinan Raden PatahB. Adanya kerja sama antara Portugis dan Banten untuk menerang DemakC. Memperebutkan pelabuhan sunda kelapa yang sangat strategis dalam perdaganganD. Untuk menguasai kota perdagangan malakaE. Melindungi pedagang-pedagang Islam akibat monopoli perdagangan bangsa Portugis Jawaban EPembahasanPerlawanan kesultanan Demak terjadi karena kesultanan-kesultanan Islam yang lain juga terancam terhadap kedudukan Portugis di Malaka. Kedatangan bangsa Portugis ke Pelabuhan Malaka yang dipimpin oleh Diego Lopez de Sequeira menimbulkan kecurigaan rakyat Malaka. Malaka jatuh ke tangan Portugis pada 1511. Akibatnya, aktivitas perdagangan di pelabuhan Malaka menjadi terganggu karena banyak pedagang Islam yang merasa dirugikan. Akibat dominasi Portugis di Malaka telah mendesak dan merugikan kegiatan perdagangan orang-orang Dibawah ini yang tidak termasuk faktor faktor penyebab perlawanan ternate terhadap Portugis adalah Perlawanan Rakyat Ternate Perlawanan ini terjadi karena sebab-sebab berikut ini ....A. Portugis melakukan monopoli perdagangan. B. Portugis ikut campur tangan dalam Portugis menyebarkan agama kristen D. Portugis sewenang-wenang terhadap Keserakahan dan kesombongan bangsa CPembahasanPerlawanan Rakyat Ternate Perlawanan ini terjadi karena sebab-sebab berikut ini a. Portugis melakukan monopoli perdagangan. b. Portugis ikut campur tangan dalam Portugis membenci pemeluk agama Islam karena tidak sepaham dengan mereka. d. Portugis sewenang-wenang terhadap Keserakahan dan kesombongan bangsa Portugis6. Perjanjian Bongaya adalah perjanjian yang mengakhiri konflik antara VOC dan kesultanan…A. MakassarB. MataramC. TernateD. DemakE. BantenJawaban APembahasanKarena Kekuatan VOC yang dilebih besar dibangsing kekutaan begitu pula dengan persenjataan yang lebih modern VOC berhasil mendesak pasukan Hasanuddin. Benteng pertahanan tentara Goa di Barombang dapat diduduki oleh pasukan Aru Palaka. Hal ini menandai kemenangan pihak VOC atas kerajaan Goa. Hasanuddin kemudian dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 16677. Sempat memberikan keuntungan bagi belanda, kongsi dagang VOC bangkrut dan dibubarkan oleh pemerintah Belanda pada 1799. Salah satu penyebab kebangrutan VOC adalah….A. VOC tidak memiliki struktur yang jelasB. Tindak korupsi terjadi di semua tingkatan birokrasiC. Banyak pegawai VOC yang menerapkan kebijakan sendiriD. Permintaan rempah-rempah di Eropa menurun akibat perangE. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun benteng-benteng pertahanan terlalu besarJawaban BPembahasanKongsi Dagang VOC yang bertujuan Menghilangkan persaingan diantara sesama pedagang Belanda di Indonesia agar bisa bersaing dengan pedagang Eropa lain yang ada di Indonesia sehingga bisa menguasai perdagangan di Indonesia dengan menerapkan prinsip prinsip monopoli perdagangan. Namun pada tahun 1799 VOC dibubarkan karena banyak pegawainya yang korupsi8. Serangan sultan Agung terhadap VOC di Banten dan Batavia pada tahun 1628 dan 1629, perlawanan Sultan Hasanuddin dari Makassar pada tahun 1667, serta perlawanan Pattimura di Maluku pada tahun 1817 pada dasarnya merupakan bentuk reaksi atas kebijakan….A. Penyebaran agama KristenB. Campur tangan terhadap urusan kerajaanC. Monopoli perdaganganD. WesternisasiE. Diskriminasi RasJawaban CPembahasanCara VOC untuk menguasai perdagangan di Indonesia adalah dengan menerapkan sistem perdagangan monopoli9. Dibawah ini yang bukan merupakan alasan Sultan Agung melakukan serangan ke Batavia....A. Menghalangi perdagangan Mataram di MalakaB. VOC tdk mengakui kedaulatan kerajaan MataramC. Adanya perjanjian GiyantiD. Tindakan monopoli dagang yg dilakukan VOCE. Untuk menghalangi upaya Belanda menguasai MalakaJawaban BPembahasanKeinginan kuat untuk mengusir VOC disebabkan oleh beberapa faktor antara lain•Kehadiran Kompeni Belanda di Batavia dapat membahayakan kesatuan Negara yang dalam hal ini • Monopoloi yang dilakukan oleh VOC• Voc selalu menghalang-halangi kapal dagang maaram yang akan berdagang ke Malaka • VOC tidak mau mengakui kedaulatan Mataram10. Ikut campurnya Belanda dalam urusan internal kerajaan Banten mengakibatkan....A. Terjadinya perebutan kekuasaan kerajaan BantenB. Banyaknya korupsi di pemerintahan kerajaan BantenC. Kerajaan Banten menjadi kurang murni dlm pemerintahanD. Permasalahan dalam kerajaan Banten teratasiJawaban APembahasanPembagian dalam tata pemerintahan Kesultanan Banten ini membuka peluang bagi Belanda untuk menghasut Sultan Haji agar tidak memisahkan urusan pemerintahan di Banten dan mereka juga mempengaruhi Sultan Haji yang ambisius mengenai kemungkinan Pangeran Purbaya yang akan diangkat sebagai Raja dan pemimpin Kesultanan Banten. Sejak terhasut oleh fitnah kejam dari VOC timbulllah pertentangan yang tajam antara bapak dan anak11. Rakyat Maluku tidak mau terus menderita dibawah keserakahan bangsa belanda. Oleh karena itu, perlu mengadakan perlawanan untuk menentang kebijakan Belanda dibawah Pimpinan....A. Thomas pathiwaliB. Lucas latumahinaC. Thomas MatulesiD. Christina Mratha TiahahuE. Kapitan Paulus Tahahu Jawaban CPembahasan jelas12. Perang Paderi diawali dengan perpecahan di kalangan rakyat Indonesia sendiri, yaitu ....A. munculnya gerakan Wahabi di Sumatra BaratB. konflik antara Kaum Paderi dan Kaum AdatC. persaingan di antara pendukung gerakan WahabiahD. dukungan pemerintah kolonial terhadap kaum adatE. dukungan pemerintah kolonial terhadap gerakan WahabiahJawaban BPembahasanPerang Paderi Dilatarbelakangi oleh perselisihan antara kaum adat dan kaum Padri di Minangkabau. Kaum Padri sendiri merupakan sekolompok ulama yang baru kembali dari Timur Tengah dan kembali untuk memurnikan ajaran Islam di daerah Minangkabau. Kaum Padri sendiri beraliran Islam Wahabi Fundamentalis Peran ini didasari oleh konflik antara kaum adat dan kaum padri mengenai masalah penerapan syariat di Tanah Minang. Kaum Padri berusaha untuk menghilangkan unsur adat karena tidak sesuai dengan ajaran Islam13. Pertahanan terakhir perjuangan kaum Padri berada di tangan ...A. Tuanku Imam BonjolB. Cut Nyak DienC. Tuanku Nan CerdikD. Sulaiman AljufriE. Tuanku LintauJawaban APembahasanTahun 1829 De Stuers digantikan oleh Letnan Kolonel Elout, yang datang di Padang Maret Dengan bantuan Mayor Michiels, Natal dapat direbut, sehingga Tuanku Nan Cerdik menyingkir ke Bonjol. Sejak itu kampung demi kampung dapat direbut Belanda. Membaca situasi yang gawat ini, Tuanku Imam Bonjol menyatakan bersedia untuk berdamai. Belanda mengharapkan, bahwa perdamaian ini disertai dengan penyerahan. Tetapi Imam Bonjol berpendirian Sebab khusus terjadinya perlawanan Pangeran Diponegoro adalah …A. Belanda memasang patok-patok pembuatan jalan yang melalui makam leluhur Diponegoro secara sepihakB. hak-hak istimewa bangsawan kerajaan dibatasiC. Belanda membawa pengaruh budaya asing yang negatif bagi kehidupan pribumiD. diberlakukannya hak tawan karangE. masuknya paham Wahabi yang ingin memurnikan ajaran IslamJawaban A15. Salah satu faktor perlawanan Sisingamangaraja XII melawan Belanda adalah adanya kekhawatiran mengenai…A. pemberlakuan sistem pajak baruB. Aliansi Riau-Siak dalam menghadapi Kerajaan BatakC. penyatuan daerah Tapanuli Utara dan AcehD. rencana pengangkatan Sisingamangaraja XIII sebagai rajaE. kegiatan zendingProtestan yang akan mengurangi pengaruhnyaJawaban EPembahasanPada tahun 1877 para misionaris di Silindung dan Bahal Batu meminta bantuan kepada pemerintah kolonial Belanda dari ancaman diusir oleh Singamangaraja XII. Kemudian pemerintah Belanda dan para penginjil sepakat untuk tidak hanya menyerang markas Sisingamangaraja XII di Bangkara tetapi sekaligus menaklukkan seluruh TobaDemikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan contoh soal mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelas 11 Bab 2 Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Barat lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya. - Raden Mas Rangsang atau lebih dikenal sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma adalah raja Kesultanan Mataram yang berkuasa antara 1613-1645 M. Di bawah kekuasaan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak keemasannya. Mataram mengalami kemajuan dalam segala bidang dan hampir menguasai seluruh tanah satu wilayah di Jawa yang belum dikuasai adalah Banten serta Batavia Jakarta, yang menjadi markas VOC. Inilah salah satu alasan Sultan Agung menyerang Batavia, karena dianggap sebagai penghalang untuk menguasai Banten. Selain itu, Sultan Agung menganggap kedudukan VOC di Batavia sebagai ancaman karena kerap menghalangi kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke hubungan Mataram dan VOC semakin buruk, kontak-kontak senjata di antara keduanya pun tidak terhindarkan. Sultan Agung tercatat dua kali mengirim pasukan Mataram ke Batavia untuk mengusir Belanda dari Jawa. Akan tetapi, dua serangan yang masing-masing dilakukan pada 1628 dan 1629 selalu menemui kegagalan. Lantas, apa penyebab kegagalan serangan pasukan Mataram terhadap VOC di Batavia? Baca juga Kerajaan Mataram Islam Pendiri, Kehidupan Politik, dan Peninggalan

serangan sultan agung terhadap voc di banten dan batavia