Apabilaibu sehat maka akan menghasilkan bayi yang sehat yang akan menjadi generasi kuat. Ibu yang sehat juga menciptakan keluarga sehat dan bahagia. Jadwal kunjungan rumah paling sedikit dilakukan 4x, yaitu diantaranya : 1. Kunjungan 1 (6-8 jam setelah persalinan) Kunjungan pertama dilakukan setelah 6-8 jam setelah persalinan, jika memang ibu dilakukankunjungan ke rumah atau layanan daring. Di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Maros, kader dan tenaga kesehatan melakukan kunjungan ke rumah terutama untuk memantau ibu hamil dengan risiko tinggi (risti). Sementara itu, di Kabupaten Badung, kunjungan ke rumah oleh kader tidak dilakukan karena ada ambulans keliling di setiap Saatkunjungan para bidan melakukan cek tekanan darah serta menanyakan kondisi ibu hamil apakah mempunyai keluhan. Diketahui sampai Mei tahun 2021 ini, Dikecamatan kendit terjadi kematian ibu hamil yang mana ini membuat perlu adanya koordinasi lebih lanjut antar bidan wilayah dengan puskesmas agar dapat menekan kematian ibu hamil. dan Semoga cukup ini saja kasus kematian ibu hamil terutama di kecamatan kendit. Penulis : Handy Bayu Prastyo 31. Kesimpulan. Pelayanan Nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa krisis baik ibu maupun bayinya. Oleh karena itu perlu dilakukan kunjungan pada ibu nifas sesuai jadwal yaitu : a. 25ibu hamil dan capaian kunjungan K4 tercatat adalah 23(92%) ibu hamil. Adanya kesenjangan antara K1 dan K4 di karenakan adanya dilakukan penerapan di rumah sakit (gerakan sayang ibu, rumah sakit saying bayi) dan di tengah masyarakat dilakukan gerakan sayang ibu. Menurut International confederatin (ICM) Bidan adalah seorang IbuHamil Risiko Tinggi ~ Masa-masa kehamilan merupakan salah salah satu moment terpenting dalam proses menjadi ibu yang baik serta pada masa itu terjadi suatu hubungan yang sangat intensif antara ibu dan calon bayinya.. Akan tetapi perlu diketahui bahwa ibu yang sedang hamil juga memiliki berbagai resiko yang mampu mengjilangkan nyawa ibu itu sediri. . Menurut Depkes RI 2005, kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang ditetapkan. Istilah kunjungan disini dapat diartikan ibu hamil yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan atau sebaliknya petugas kesehatan yang mengunjungi ibu hamil di rumahnya atau posyandu. Kunjungan ibu hamil dilakukan secara berkala yang dibagi dalam beberapa tahap, seperti Kunjungan baru ibu hamil K1 Kunjungan K1 adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan pada trimester I, di mana usia kehamilan 1 sampai 12 minggu. Kunjungan ibu hamil yang keempat K4 Kunjungan K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang keempat, untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar pada trimester III, di mana usia kehamilan > 24 minggu. Selanjutnya menurut Depkes RI 2009, kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan dengan distribusi kontak sebagai berikut Minimal 1 kali pada trimester pertama K1, usia kehamilan 1 sampai 12 minggu. Minimal 1 kali pada trimester kedua, usia kehamilan 13 sampai 24 minggu. Minimal 2 kali pada trimester ketiga, usia kehamilan > 24 minggu. Menurut Manuaba 1998, jadwal pemeriksaan antenatal adalah sebagai berikut Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid. Pemeriksaan ulang; 1 Setiap bulan sampai umur kehamilan 6 sampai 7 bulan, 2 Setiap 2 minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan, 3 Setiap 1 minggu sejak umur kehamilan 8 bulan sampai terjadi persalinan. Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu. Banyak ibu hamil enggan memeriksakan kehamilan di rumah sakit karena takut tertular virus Corona, padahal pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin. Nah, agar Bumil tidak terinfeksi virus Corona saat menjalani pemeriksaan kehamilan, simak panduan berikut, yuk. Para dokter, khususnya dokter kandungan, membuat penyesuaian baru tentang jadwal pemeriksaan kehamilan yang harus dijalani oleh ibu hamil. Penyesuaian jadwal pemeriksaan ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penularan virus Corona pada ibu hamil di rumah sakit. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Selama Pandemi Virus Corona Ibu hamil memang lebih berisiko terinfeksi virus Corona karena daya tahan tubuhnya cenderung lebih lemah. Itulah sebabnya, bila tidak ada keperluan mendesak, ibu hamil dianjurkan untuk tidak bepergian ke luar rumah, apalagi ke rumah sakit. Meski begitu, pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui bila ada gangguan atau komplikasi dalam kehamilan, dan bisa segera mengatasinya. Oleh karena itu, Bumil sebaiknya tetap rutin menjalani pemeriksaan kehamilan. Nah, untuk mengurangi kekhawatiran akan penularan virus Corona, berikut ini adalah panduan pemeriksaan kehamilan sesuai trimester yang aman Trimester pertama Pada trimester pertama, ibu hamil cukup menjalani satu kali pemeriksaan kehamilan, yaitu saat usia kandungan 11–13 minggu. Dalam kunjungan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan USG dan tes darah untuk mendeteksi kelainan yang mungkin dialami oleh ibu hamil dan janin. Untuk memastikan kehamilan, lakukanlah pemeriksaan dengan test pack di rumah. Bila hasil tes positif, Bumil dapat menghitung usia kehamilan mulai dari hari pertama haid terakhir HPHT. Jika usia kehamilan masih kurang dari 11 minggu, Bumil belum perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan. Bila ada yang ingin ditanyakan ke dokter, Bumil bisa memanfaatkan fasilitas konsultasi online dengan dokter kandungan, misalnya melalui aplikasi ALODOKTER. Bumil juga bisa mengikuti kelas kehamilan online yang mengajarkan cara menjaga dan mengawasi kehamilan secara mandiri di rumah. Namun, jika pernah mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan yang terjadi di luar rahim, Bumil disarankan untuk langsung memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan ketika hasil test pack positif, tidak perlu menunggu hingga usia kehamilan 11 minggu. Buat janji konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, sehingga Bumil tidak perlu mengantre lama di rumah sakit. Trimester kedua Selama kehamilan trimester kedua, Bumil hanya perlu melakukan kunjungan ke dokter satu kali untuk melakukan pemeriksaan USG kehamilan, tepatnya pada usia kandungan 20 minggu. Walaupun hanya satu kali, pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi organ-organ bayi dan plasenta, serta mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi. Selain itu, kesehatan Bumil juga akan diperiksa secara menyeluruh. Jadi, jangan lewatkan pemeriksaan kehamilan di usia kandungan ini ya, Bumil. Trimester ketiga Jadwal pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil trimester ketiga harus lebih sering lagi karena sudah mendekati waktu persalinan. Jadwal pemeriksaan kehamilan di trimester ini adalah sebagai berikut Satu kali di usia kehamilan 28 minggu Satu kali di usia kehamilan 32 minggu Satu kali di usia kehamilan 36 minggu Seminggu sekali sejak usia kehamilan 37 minggu sampai waktu persalinan tiba Pada kunjungan di trimester ketiga ini, dokter akan melakukan pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, dan USG untuk memantau tumbuh kembang dan posisi janin, serta menentukan rencana persalinan. Selama di rumah, Bumil bisa memantau detak jantung janin secara rutin menggunakan stetoskop Laeneck atau Doppler yang bisa didapatkan di toko alat kesehatan. Waspadai Gejala yang Dapat Membahayakan Ibu Hamil dan Janin Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai dan perlu segera Bumil periksakan ke dokter walaupun belum waktunya melakukan kunjungan rutin. Gejala tersebut meliputi Muntah berat Perdarahan dari vagina Kontraksi atau nyeri perut yang hebat Pecah ketuban Tekanan darah tinggi Nyeri kepala hebat Tidak merasakan gerakan janin Kejang Mengingat pentingnya pemeriksaan kehamilan, sebaiknya Bumil tetap menjalaninya secara rutin. Nah, untuk mengurangi risiko Bumil tertular virus Corona saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit, buatlah janji dengan dokter kandungan secara online terlebih dahulu, sehingga Bumil bisa datang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Kenakan masker dan sediakan hand sanitizer ketika Bumil ingin memeriksakan kandungan ke rumah sakit. Terapkan juga physical distancing selama di perjalanan dan di rumah sakit atau tempat praktik dokter ya, Bumil. Bila Bumil mengalami gejala COVID-19 atau ada anggota keluarga di rumah yang mengalami gejala tersebut, tunda jadwal pemeriksaan kehamilan hingga 14 hari ke depan dan lakukan isolasi mandiri. Bila memiliki pertanyaan seputar kondisi kehamilan atau masalah kesehatan lainnya, Bumil bisa chat langsung dengan dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Di aplikasi ini, Bumil juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit. Kunjungan ANC Trimester 1 1 kali kunjungan yaitu pada usia kehamilan 0-13 minggu Trimester 2 1 kali kunjungan yaitu pada usia kehamilan 14-28 mingguTrimester 3 2 kali kunjungan yaitu pada usia kehamilan 28-36 minggu dan 36-40 minggu Jadwal Kunjungan Ulang Kunjungan I pada TM I UK 16 minggu dilakukan untuk Penapisan dan pengobatan anemia, perencanaan persalinan, pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan II pada TM II UK 36 minggu dilakukan untuk mengenali adanya kelainan letak dan presentasi, memantapkan rencana persalinan, mengenali tanda-tanda kunjungan ulang dan tujuannya Kunjungan ulang I 16 minggu dilakukan untuk Penapisan dan pengobatan anemia Perencanaan persalinanPengenalan akibat kehamilan dan pengobatannyaKunjungan II 24-28 minggu dan kunjungan III 32 minggu dilakukan untuk Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya Penapisan pre eklampsia, gemeli, infeksi alat reproduksi dan saluran kemih Mengulang rencana persalinanKunjungan IV 36 minggu sampai lahir dilakukan untuk Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III Mengenali kelainan letak dan presentasiMemantapkan rencana persalinan Mengenali tanda-tanda persalinan Standart Pelayanan Kebidanan Pada Kehamilan standart pelayanan antenatal terdiri atas 6 standart, yaitu 1 Identifikasi Ibu Hamil Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami, dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal. Pemeriksaannya meliputi anamnesis serta pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan janin berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan resiko tinggi dengan kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, penyakit menular seksual atau infeksi HIV, memberikan pelayanan imunisasi, nasihat dan penyuluhan kesehatan, serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Data harus dicatat dengan tepat setiap kunjungan. Jika ditemukan kelainan, maka bidan harus mampu mengambil tindakan yang di perlukan dan merujuknya untuk tindakan Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara saksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan, serta jika usia kehamilan bertambah, maka bidan harus memeriksa posisi, bagian terendah janin, dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul untuk mencari kelainan, serta melakukan rujukan tepat Pengelolaan anemia pada kehamilan Bidan melakukan pencegahan, penemuan, penanganan, dan/atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan, mengenal tanda dan gejala pre-eklampsia lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat untuk Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat pada suami dan keluarganya pada trimester ketiga untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman, serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik selain persiapan transpostasi dan biaya untuk merujuk, jika tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah. Dipublish tanggal Feb 22, 2019 Update terakhir Jan 5, 2022 Tinjau pada Mei 1, 2019 Waktu baca 3 menit Bagi ibu hamil apalagi hamil anak pertama biasanya cukup bingung tentang jadwal pemeriksaan kehamilan yang harus dijalani. Jadwal pemeriksaan kehamilan atau disebut juga Antenatal Care ANC dapat bervariasi tergantung dokter kandungan yang menangani. Kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan? Akan tetapi, WHO dan Kementerian Kesehatan RI sangat menyarankan agar setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4-8 kali pertemuan. Jadwal pemeriksaan kehamilan tersebut dapat terbagi menjadi 1 kali pada trimester pertama kehamilan1 kali pada trimester kedua kehamilan2 kali pada trimester ketiga kehamilan Jika kondisi kandungan ingin terus dipantau secara optimal, ibu hamil juga bisa melakukan cek kandungan sebanyak 8 kali selama kehamilan yang terbagi menjadi 4 minggu sekali dari saat pemeriksaan kehamilan pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu. Kemudian, setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28-36 minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu hingga waktunya melahirkan. Jadwal pemeriksaan kehamilan berdasarkan usia kehamilan Usia 8-12 minggu Usia kehamilan 8-12 minggu merupakan tahap awal kunjungan pemeriksaan kehamilan. Untuk pemeriksaan awal, ibu hamil akan ditanya mengenai riwayat kesehatan secara menyeluruh, mulai dari diri sendiri hingga riwayat keluarga. Hal ini termasuk pemeriksaan fisik, berupa pemeriksaan panggul, pemeriksaan laboratorium, seperti tes golongan darah dan hemoglobin Hb, skrining infeksi menular seksual, dan tes urine. Jika Anda tidak ingat pasti kapan Hari Pertama Haid Terakhir HPHT, maka pemeriksaan USG akan dianjurkan untuk membantu menentukan berapa usia kehamilan serta perkiraaan tanggal persalinan. Usia 15 sampai 20 minggu Pada periode ini, Anda akan disarankan untuk periksa USG kehamilan antara 18 dan 20 minggu guna melihat organ-organ janin dan mengukur pertumbuhan janin dan plasenta. Usia 27 atau 28 minggu Pada periode usia kehamilan 27-28 minggu, Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tes glukosa darah untuk menyaring ada tidaknya diabetes gestational. Hemoglobin mungkin juga diperiksa ulang. Beberapa penyedia melakukan pemeriksaan panggul. Usia 28-36 minggu Setelah 28 minggu, kunjungan prenatal terus dilakukan dan lebih sering yakni setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 36 minggu. Dokter atau bidan akan terus mencatat pertumbuhan janin, mendengarkan detak jantung janin, dan akan memeriksa posisi janin. Usia 36 minggu Pada jadwal pemeriksaan kehamilan minggu ke-36, bidan atau dokter akan melakukan pemeriksaan panggul. Skrining tes untuk infeksi menular seksual dapat diulang pada kunjungan ini. Pemeriksaan lain ketika memasuki usia kehamilan ini termasuk posisi dan ukuran janin. Jika kepala janin tidak berada di bawah, bidan atau dokter biasanya menyarankan latihan agar janin mengubah posisinya, atau menyarankan manipulasi fisik yang disebut versi eksternal. Usia 36 sampai 40 minggu Pemantauan berat badan dan tekanan darah, dan ukuran janin, posisi, dan detak jantung janin. Dokter atau bidan mungkin juga memeriksa leher rahim Anda untuk melihat pelebaran. Usia kehamilan di atas 40 minggu Apabila kehamilan melewati tanggal taksiran persalinan, dokter mungkin menawarkan pengujian "post-dates", termasuk tes nonstress, USG, dan profil biofisik untuk selanjutnya perlu dilakukan tindakan atau sekedar observasi. Agar kehamilan Anda optimal lakukan tips berikut Lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala dan teratur Bagi suami gunakan kondom ketika berhubungan dengan istri yang sedang hamil Jangan merokok, minuman beralkohol dan obat-obatan kecuali obat yang dianjurkan dokter selama kahamilan Sejak trimester pertama minumlah suplemen asam folat 2800 mcg 2,8mg dan besi Fe elemental 120 mg sekali sehari Sejak trimester kedua tambahkan suplemen kalsium 1,5-2 gr guna mencegah angka kejadian preeklampsia Vaksinasi atau suntik tetanus toksoid TT, dua kali dengan jarak antar pemberian 1 bulan 4 minggu Mengikuti senam hamil,yoga atay berenang Pertambahan berat badan harus sesuai dengan arahan dokter dan ahli gizi Hindari pemakaian cairan pembersih vagina douching atau memasukkan jari ke dalam vagina saat membersihkannya Kurangi konsumsi kafein 300mg per hari Jangan menggunakan sepatu berhak tinggi Lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala sesuai jadwal pemeriksaan kehamilan supaya Anda dan janin Anda selalu sehat hingga hari persalinan tiba. 8 Referensi Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat - Kasus seorang ibu hamil di Sumatra Selatan Sumsel yang meninggal karena diduga ditelantarkan petugas puskesmas viral di media sosial. Kasus ini mendapatkan sorotan berawal dari curhatan seorang suami bernama Lika Santosa di akun Facebook pribadinya. Curhatan tersebut kemudian dibagikan pengguna media sosial lain. Salah satunya melalui akun Twitter ini, Rabu 31/5/2023.Hingga Kamis 1/6/2023, unggahan Twitter tersebut telah disukai warganet dan dibagikan kali. Baca juga Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak RSUD Subang, Kemenkes RS Punya Kewajiban Beri Pertolongan Pertama Ini kronologi kejadian dari suaminya korban yang meninggal — kegblgnunfaedh May 31, 2023 Berikut sejumlah fakta di balik kejadian tersebut 1. Pecah ketuban tapi belum melahirkan Dilansir dari Senin 29/5/2023, Lika Santosa menceritakan, ia membawa istrinya Tika yang sedang pecah ketuban ke Puskesmas Pauh, Musi Rawas Utara Muratara, Sumatra Selatan pada Selasa 9/5/2023 malam. Namun hingga Rabu 10/5/2023 dini hari, Tika tak kunjung melahirkan."Tika istriku akan melahirkan masuk Puskesmas Pauh jam 10 lewat, jam 1 setengah lewat istriku pecah air ketuban, sampai jam 2 belum juga lahir, jam 3 belum juga lahir," kata Lika. Baca juga Bolehkah Ibu Hamil Tidak Berpuasa Saat Ramadhan? 2. Diduga bidan dan perawat memilih tidur dok. Facebook Lika Santosa Puesmas Pauh, Kabupaten Muratara yang diduga menelantarakan pasien seorang ibu hamil hingga terlambat mendapatkan pukul tiga pagi, Tika belum melahirkan. Karena itu, menurut Lika, bidan puskesmas mengatakan akan tidur dahulu. Sementara istrinya dibiarkan di ruang persalinan. "Jam 3 lewat bidan ngomong dia mau tidur dulu. Istriku dibiarkan, perawat di ruang persalinan, bidan sama perawat tidur," ungkapnya. Mengetahui hal tersebut, ia lantas menegur petugas puskesmas. Lika meminta agar sang istri segera ditangani karena kondisinya melemah. "Baru mereka keluar, ngomong sama mertuaku di dalam ruang persalinan, katanya bicara aku menyinggung, bahkan mertua yang menemani di ruang persalinan disuruh bidan keluar kata bidan 'gak bisa bantu keluar aja'," ujar sang suami. Baca juga Viral, Video Mercy Diduga Halangi Ambulans Bawa Ibu Hamil, Ini Kata Polisi 3. Rujukan baru keluar jam 5 pagi Puskesmas Pauh baru memberikan rujukan untuk Tika bersalin di Rumah Sakit Ar Bunda Lubuklinggau setelah pukul WIB. KEGIATAN PERKESMAS KUNJUNGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI SOP PUSKESMAS KARANGMALANG Tgl Terbit Halaman Tanda tangan Ka Puskesmas Sukaca NIP 19700305 200701 1 017 1. Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi adalah kehamilan yang memiliki resiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal 2. Tujuan Sebagai acuan dalam menentukan factor resiko dan resiko tinggi pada ibu hamil. 3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Karangmalang No……….tentang……… 4. Referensi Buku Kesehatan Ibu dan Anak, Buku Kesehatan Maternal dan Neonatus, Yayasan Bina Pusaka, Sarwono Prawiroharjo, Jakarta, 2002. 5. Prosedur Tetap a. Petugas menerima kunjungan ibu hamil di Ruang KIA setelah mendaftar di loket pendaftaran b. Petugas melakukan Anamnesa 1 Menanyakan Identitas 2 Menanyakan riwayat kehamilan yang sekarang dan yang lalu 3 Menanyakan riwayat menstruasi 4 Menanyakan riwayat persalinan yang lalu dan pemakaian alat kontrasepsi 5 Menanyakan riwayat penyakit yang diderita dan riwayat penyakit keluarga 6 Menanyakan keluhan pasien 7 Mempersilahkan Ibu Hamil ke Labolatorium untuk periksa Hn dan golongan darah untuk Bumildengan K1, pemeriksaan Hb diulang pada umur kehamilan trisemester III, serta pemeriksaan labolatorium lainnya seperti proteinurin, reduksi urin atas indikasi. c. Petugas melakukan pemeriksaan 1 Tinggi badan, berat badan, LLA, Tekanan darah. 2 Petugas melakukan inspeksi kepada pasien 3 Mengukur ukuran panggul bila ada indikasi TB <145cm 4 Memeriksa TFU, posisi janin, presentasi janin 5 Pemeriksaan DJJ 1 d. Petugas memberikan Imunisasi TT1 sambil memberitahukan ulangan TT2 yang akan dating e. Petugas memberikan penyuluhan gizi bumil, Hygiene perorangan, perawatan payudara selama kehamilan, pentingnya periksakan kehamilan secara rutin sesuai umur kehamilan, pesan supaya pada saatnya nanti melahirkan di tenaga kesehatan. f. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada status 6. Diagram alir 7. Dokumen terkait 8. Unit Terkait 9. Rekaman historis Perubahan No Isi perubahan 2 Tgl diberlakukan 3

kunjungan rumah ibu hamil